December 9, 2008

Perlukan Cinta Melandasi Sebuah Pernikahan?

Posted in Tentang Pasangan dan Pernikahan at 12:42 am by kuswandani

Berbicara tentang cinta, tentu kita akan berhadapan dengan jutaan pemaknaan yang sangat beragam. Dan berbicara tentang cinta, maka setiap diri pun akan memiliki keragaman cara pandang. Setiap orang memiliki subjektivitas masing-masing dalam menilai konsep cinta, baik itu ditinjau dari sudut pandang agama, psikologi, sudut pandang seorang remaja yang baru mengenalnya bahkan setiap orang di peradaban mana pun tentu akan melihat dengan pandangan yang berbeda. Baik cinta yang mengandung nilai-nilai agama atau bahkan cinta bisa dijadikan sebagai kekuatan untuk penistaan agama. Atas nama cinta orang bisa berkorban bagi Tuhannya, bagi negaranya, bagi kelompoknya, bagi kekasihnya, dan bagi siapa pun yang dia telah menjadi tumpuannya

.Persoalan kita sekarang adalah, apakah cinta itu sendiri? Dan mengapa dalam ajaran suci Nabi Muhammad Saw. ada sebagaian umatnya yang kemudian meyakini penuh bahwa landasan cinta menjadi prasyarat utama sebuah pernikahan. Menikah tanpa cinta –menurut mereka- yang akan diperoleh kelak adalah kehancuran demi kehancuran.

Apa sih sebenarnya hakikat cinta itu? Mari kita sejenak berguru kepada seorang Waliyullah abad modern yang hidup dan mengabdikan dirinya di Negeri Barat Amerika. MR. Bawa Muhayyadien menuturkan,

Seorang bijak berkata kepadaku, “Anakku, mari kita bicara tentang cinta. Cinta apa yang kau miliki?” Merasa diri ini memang belum paham apa makna cinta yang sebenarnya, maka aku dengarkan baik-baik setiap wisdom yang menyemburat seperti cahaya.

Read the rest of this entry »

Indahnya Menggenapkan Sebagian Diin Lewat Pernikahan dan Jalan Taqwa…

Posted in Tentang Pasangan dan Pernikahan at 12:27 am by kuswandani

Mari kita awali perenungan berikutnya dengan bersama-sama mencoba memaknai sejauh mana keindahan sebuah pernikahan? Apa yang melatarbelakangi ungkapan agung Baginda Mulia Muhammad Saw sebagaimana telah diungkapkan penulis pada awal tulisan ini, dimana menikahnya seseorang membuat dia telah berhasil mendapatkan sebagian dari diin-nya, lalu dengan jalan takwa lah seorang manusia akan memperoleh penggenapan ad-diin-nya ?

Dibutuhkan sebuah pemaknaan mendalam dari agungnya sebuah pernikahan. Dibutuhkan sebuah keasadaran baru tentang tingginya nilai pernikahan itu sendiri, apa yang membuat syariat yang Nabi Muhammad jalankan ini menjadi perkara sangat penting dan sangat berharga sekali, hingga di saat lain Rasulullah pernah mengungkapkan bahwa ikatan perjanjian yang terkuat setelah perjanjian antara Nabi dengan Allah adalah ikatan perjanjian akad pernikahan!

Mari sejenak kita merenungi ungkapan Maulana Rumi, sang waliyullah tentang hikmah sebuah pernikahan…

Rumi berkata: Siang dan malam engkau senantiasa berperang berupaya mengubah akhlak lawan jenismu, untuk membersihkan ketidaksucian mereka dan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan mereka.

Sungguh! Lebih baik mensucikan dirimu sendiri melalui mereka daripada mensucikan mereka melalui dirimu sendiri. Ubahlah dirimu sendiri melalui mereka. Temuilah kepada mereka dan terimalah apa saja yang mereka katakan, walaupun dari sudut pandangmu ucapan mereka itu terdengar aneh dan tidak adil.

Pada hakikatnya dari persoalan inilah, Muhammad Saw. Berkata, “Tidak ada kerahiban dalam Islam.”

Jalan para rahib adalah kesendirian, tinggal di pegunungan, melatih hidup tanpa perempuan dan berpaling dari dunia. Allah menunjukkan jalan yang lurus dan tersembunyi kepada Sang Nabi. Jalan apakah itu? Pernikahan! Agar kita dapat menanggung ujian kehidupan bersama dengan lawan jenis. Mendengarkan tuntutan-tuntutan mereka, agar mereka memperlaku-kan kita dengan keras, dan dengan cara demikian memperhalus akhlak kita.

Read the rest of this entry »

December 2, 2008

Kenali Dirimu Sebelum Kau Kenali Pasanganmu di Luar Dirimu

Posted in Tentang Pasangan dan Pernikahan at 5:54 am by kuswandani

Konsep pengenalan diri dalam agama manapun sebenarnya menjadi sala satu hal mendasar yang harus di pahami dan dijadikan sebagai penghayatan agung… demikian pula dalam ajaran Islam, sebagaimana dinyatakan oleh waliyullah Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali,

Mengenal diri adalah kunci untuk mengenal Tuhan, sesuai ungkapan hadis, ‘Siapa yang mengenal dirinya, ia mengenal Rabb-nya,’ dan sebagaimana difirmankan Allah Ta’ala,

Akan Kami perlihatkan ayat-ayat Kami di ufuk ini dan di dalam jiwa-jiwa mereka, hingga jelas bagi mereka bahwa itu adalah al-Haq…” QS Fushilat [41] : 53

Ketahuilah, tak ada yang lebih dekat kepadamu kecuali dirimu sendiri. Jika kau tidak mengetahui dirimu sendiri, bagaimana bisa mengetahui yang lain. Pengetahuanmu tentang dirimu sendiri dari sisi lahiriyah, seperti bentuk muka, badan, anggota tubuh, dan lainnya sama sekali tidak akan mengantarmu untuk mengenal Allah. Sama halnya, pengetahuanmu mengenai karakter fisikal dirimu, seperti bahwa kalau lapar kau makan, kalau sedih kau menangis, dan kalau marah kau menyerang, bukalah kunci menuju pengetahuanmu tentang Allah.
Read the rest of this entry »

Mengumpulkan yang Terserak; Merenungi Sang Tulang Rusuk yang (Pernah) Hilang..

Posted in Tentang Pasangan dan Pernikahan at 5:40 am by kuswandani

Kita awali dengan ungkapan mulia Baginda Rasulullah Saw. kepada Abu Hurairah r.a., dimana sebagian penggalannya beliau mengatakan,

… Hendaklah kalian memberikan nasihat kepada perempuan dengan penuh kebaikan, karena sesungguhnya mereka dicipta dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok itu ialah yang paling atas. Jika engkau ingin meluruskannya (sekaligus) niscaya engkau mematahkannya, tapi jika engkau biarkan, niscaya ia tetap bengkok. Hendaklah kalian berikan nasihat kepada perempuan dengan sebaik-baiknya….”
(HR Muttafak ‘alaih dengan lafadz dari Bukhari)

Ada hal menarik ketika kita mulai masuk kedalam sebuah upaya memaknai konsep tulang rusuk yang Nabi Mulia sebutkan, dan bagaimana Beliau menuntun terutama bagi kaum laki-laki untuk memperlakukan kaum perempuan dengan sebaik-baik perlakuan..

Mari kita awali dengan melontarkan beberapa pertanyaan pencarian makna; Mengapa Allah menciptakan Hawa dari bagian tubuh Adam? Bukankah Allah Maha Berkuasa untuk menciptakan manusia dari bahan tanah yang lain dari manapun juga, tanpa harus mengambil dari bagian tubuh wujud manusia pertamanya? Mengapa harus dari bagian tubuh Adam? Mengapa juga bagian tulang rusuk yang menjadi kehendak Allah Yang Maha Kreatif, yang menjadi simbol penciptaan Hawa sebagai pasangan sejati bagi Adam a.s.? Mengapa tidak bagian tubuh yang lain?
Read the rest of this entry »

Fitrah Diri: Kebutuhan akan Pasangan Sejati

Posted in Tentang Pasangan dan Pernikahan at 5:25 am by kuswandani

Bayangkanlah jika kita bisa mengkhayalkan diri ditarik mundur sejauh-jauhnya hingga mencapai sebuah titik peradaban awal sang manusia, tatkala Allah pertama kali menciptakan sosok manusia pertama. Sebagai Adam. Tercipta dari tanah lempung, yang berair.. yang menjadi lumpur, lalu Dibentuk oleh Allah dengan sebaik-baik Ciptaan…

Bayangkanlah ketika kita hidup sebagai sosok Adam yang sendiri. Walaupun berada di surga yang penuh kenikmatan, tentu satu saat akan merasa kesepian. Dari rasa sepi itu, lahirlah sebuah harapan bahwa suatu saat akan hadir seseorang yang bisa menghilangkan rasa sepinya, yang menjadi pasangan hidupnya, yang menjadi pendampingnya, yang menyertainya serta menemaninya di dalam kehidupan. Menjadi sebuah sunatullah, ketika Dia Sang Maha Mencipta selalu menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Antara siang dengan malam, antara suka dengan duka, antara sempit dengan lapang, antara bumi dengan langit, antara matahari dengan bulan, antara daratan dan lautan, serta makhluk lainnya pun tercipta berpasangan, termasuk sebuah pasangan yang maha unik, antara Sang Khaaliq, sang pencipta yang berpasangan dengan sang makhluq, yang tercipta.

Mari bayangkan pula ketika kita memahami bahwa tatkala Allah lalu menghadirkan pasangan sejati bagi diri kita, yang disebutkan dalam kitab suci, diambil dari sebagian tulang rusuk kita… bagian dari tubuh kita.. dan terciptalah sosok Hawa, sebagai pasangan Adam, dan saat itu dirasakan pula oleh Adam sebagai sebuah anugerah besar Allah atasnya… mereka pun mendiami surga penuh kenikmatan, hidup bersama dan terpenuhilah fitrah dasar tidak ingin sendiri nya…
Read the rest of this entry »

August 31, 2008

Indahnya Menemukan Sang Tulang Rusuk Diri!!!

Posted in Tentang Pasangan dan Pernikahan at 3:07 pm by kuswandani

Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita.

Tanpa mereka , hati, pikiran, perasaan lelaki akan resah.

Masih mencari walaupun sudah ada segala-galanya.

Apalagi yang tidak ada di surga,

namun Nabi Adam a.s tetap merindukan Siti Hawa.

Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, istri, atau puteri.

Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh

lelaki, tetapi kalau sendiri yang tidak lurus,

tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka.

Tak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus.

Luruskanlah mereka dengan petunjuk Allah,

karena mereka diciptakan begitu rupa oleh-Nya.

Didiklah mereka dengan panduan dari-Nya:

Jangan coba jinakkan mereka dengan harta, nanti mereka semakin liar…

Jangan hibur mereka dengan kecantikan, nanti mereka semakin menderita…

Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah…

Kenalkan mereka kepada Allah, Dzat yang kekal, di situlah kuncinya

Akal setipis rambutnya, tebalkan ia dengan ilmu….

Hati yang serapuh kaca, tebalkan ia dengan iman….

Perasaan yang selembut sutera, hiasilah ia dengan akhlak….

Suburkanlah, karena dari situlah nanti mereka akan nampak

penilaian dan keadilan Tuhan.

Akan terhibur dan berbahagialah mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik

dunia, presiden ataupun perdana menteri ataupun women gladiator.

Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan.

Itu bukan diskriminasi Tuhan.

Sebaliknya di situlah kasih sayang Tuhan, karena rahim wanita yang

lembut itulah yang mengandung-kan lelaki2 wajah: negarawan, karyawan,

jutawan dan wan-wan lain

Tidak akan lahir superman tanpa superwoman.

Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan.

Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan,

bahkan mereka pula membengkokkan.

Lebih banyak lelaki yang dirusakkan oleh kaum perempuan…daripada

perempuan yang dirusak oleh laki-laki…

Sebodoh-bodoh perempuanpun bisa menundukkan sepandai-pandainya lelaki.

Itulah akibat apabila wanita tidak kenal Tuhan.

Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki.

Kini bukan saja banyak boss telah kehilangan secretary, bahkan anakpun

akan kehilangan ibu, suami kehilangan istri

dan bapak akan kehilangan puteri .

Bila wanita durhaka dunia akan huru-hara.

Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa.

Para lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan tetapi binalah kepemimpinan.

Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah, pimpinlah diri sendiri

dahulu kepada-Nya.

Jinakkan diri dengan Allah, niscaya jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita.

Jangan mengharap istri seperti Siti Fatimah,

Kalau pribadi belum lagi seperti Sayidina Ali.

(ps. Mohon maaf saya belum berhasil menemukan sumber asli, dan penulis asli dari tulisan indah ini….

semoga hikmah, keberkahan dan aliran pahala senantiasa mengalir kepada sang penulis… karena maknanya yang cukup dalam…. )

August 4, 2008

Doa Bagi Sang Pengantin….

Posted in Tentang Pasangan dan Pernikahan at 11:30 am by kuswandani

Semoga Ikrar Pernikahan ini Diberkati-Nya

Semoga Pernikahan ini Senikmat Air Susu, Semanis Anggur dan Halwa

Semoga Pernikahan ini Menawarkan Buah Naungan Layaknya Pohon Kurma.

Semoga Pernikahan ini Penuh Berhias Tawa, Setiap Harinya Bagaikan Sehari di Surga

Semoga Pernikahan ini Menjadi Simbol Cinta dan Kasih Sayang, Segala Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Semoga pernikahan ini Berwajah Indan dan Bernama Baik, Bersambut Pertanda Bulan di Langit Biru Jernih

Tiada Lagi Kata dapat Kuucapkan Untuk Melukiskan, Betapa Alam Ruhaniah Berbaur Dalam Pernikahan ini…

(Maulana Jalaluddin Rumi, Ode no. 2667)

July 20, 2008

Renungan Pernikahan…

Posted in Tentang Pasangan dan Pernikahan at 5:55 am by kuswandani

  • Laki-laki sebagai suami diperintahkan untuk mengabdi kepada Allah, sedangkan seorang perempuan diperintahkan oleh Allah untuk mengabdi kepada sang suami… Maka tatkala sang perempuan membangun pengabdiannya kepada suaminya, hakekatnya dia telah menjadi seorang pengabdi pula kepada Allah Azza wa Jalla…
  • Tentulah bentuk pengabdian sang perempuan kepada suaminya tatkala dia telah berhasil mempercayakan sepenuhnya bahwa suaminya menuntun jalan untuk mengenal-Nya… jadi bukan dalam bentuk pengabdian kosong, pengabdian buta, pengabdian tanpa pengetahuan… sebagaimana sang laki-laki pun tidak bisa membangun pengabdian kosong, pengabdian buta, pengabdian tanpa pengetahuan kepada Sang Khaliq nya…
  • Ketika seseorang menikah dengan pasangannya… maka keduanya seharusnya membangun persiapan untuk dapat merubah diri lewat kehadiran pasangannya… Akan lahir sebuah mekanisme menakjubkan dari Allah Ta’ala lewat jenjang pernikahan, saling membersihkan diri lewat pasangannya…
  • Ketika seseorang menikah dengan pasangannya… maka ego masing-masing pasti akan mengalami sebuah penggerusan, penggerindaan… Allah mendidik kita lewat pernikahan, Allah menghapus sekian keburukan kita lewat pernikahan… karena itu, siap-siaplah berubah… siapkan diri untuk bisa menanggalkan topeng kehidupan kita, dan kelak kita akan menemukan jati diri sebenarnya…
  • Maka tatkala sebuah pernikahan tidak dilandasi kesadaran akan ada proses pengguguran sekian ego diri, kesadaran akan prahara yang timbul dalam biduk pernikahan semata2 untuk kesucian diri… maka hancurlah mahligai pernikahan itu…
  • Mengapa tampak sedemikan sulitnya jenjang ini? itulah nilai sebuah setengah agama lewat pernikahan..
  • Sekali lagi, tidak mudah dunia pernikahan itu bisa kita lalui, maka tanpa hadirnya sebuah kebergantungan kepada Dia Yang Maha mengayomi, hidup akan penuh dengan kepayahan demi kepayahan…