July 22, 2008

Bulan Rajab… ada apa sih?

Posted in Telaah ayat dan hadis mulia at 11:07 am by kuswandani

Rajab terdiri dari tiga huruf yang merangkaikan tiga buah kata bermakna, “Ra”, “Ja”, dan “Ba”
Huruf “Ra” mengandung makna “Rahmah” atau rahmat pertolongan, Huruf “Ja” bermakna “Jurm” atau Kejahatan, dan Huruf “Ba” bermakna “Bari'” atau Bebas dari dosa. lho whats mean? mari kita renungi kalimat Agung Sang Maha ini…

  • Allah SWT berfirman: “HambaKu, kamu sekalian bersalah dikarenakan kejahatan dan dosa.  Dengan rahmat/pertolongan-Ku, Aku telah memberikan ampunan terhadap kalian dari kejahatan dan dosa ini dan menyebabkan kalian  tidak berdosa. Dalam pertautan dengan pembangkangan dan dosa kalian, Aku telah menganugerahkan kepada kalian bulan ini.”
  • Sewaktu bulan Rajab berlalu, Allah berkata: “Hai bulanKu, Aku mau mengetahui apakah mereka cinta kepadamu? Apakah hamba-hambaKu melayanimu dengan penuh penghormatan? ” bulan Rajab tidak menjawab sedikit pun, meskipun Allah mengajukan pertanyaan yang sama, selanjutnya bulan Rajab akhirnya berkata: “Ya Tuhan Yang Maha Melindungi, Engkau adalah Pembuka Tabir, Engkau telah memerintahkan hamba-hambaMu menyembunyikan kesalahan orang, Rasul-Mu memanggilku ‘Bulan Tuli.’ Aku mendengar segala sesuatu yang dilakukan hamba-hambaMu sewaktu mereka tunduk, tetapi aku tidak mendengar pengingkaran dan dosa mereka.”
  • Allah Yang Maha Agung berkata: “Engkau adalah bulan-Ku, engkau tidak mendengar sedikit pun dosa. Karena engkau memberikan penerimaan kepada hamba-hambaKu bersama dosa-dosa dan pembangkangan mereka, Aku pun telah melakukan hal yang sama dan memberikan ampunan kepada mereka, demi engkau. Aku akan memberikan ampunan kepada mereka berkenaan dengan setiap dosa dan pelanggaran yang mereka lakukan, asal saja mereka mau segera bertaubat.”
  • Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya, Rajab adalah bulan Tuhan; Sya’ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan umatku.”
  • Diriwayatkan oleh Tsauban—salah seorang sahabat Nabi: “Kala itu aku bersama Nabi saw, sewaktu kami berada di sekitar pemakaman. Nabi berhenti di sana, dan mulai menangis. Dada beliau basah oleh air mata yang mengalir dari kedua matanya.” Aku menghampiri dan bertanya: “Ya Rasulullah, ibuku, bapakku dan aku sendiri adalah jaminan engkau, mengapa baginda menangis? Adakah sesuatu yang diwahyukan Allah kepada baginda? Nabi menjawab: “Hai Tsauban, mereka yang berbaring di sini, orang orang yang meninggal dunia sedang disiksa. Bukan karena itu aku menangis.” Kemudian beliau melanjutkan: “Kalau saja mereka mengisi salah satu hari di bulan Rajab dengan berpuasa dan memperbanyak ibadah di malam hari niscaya mereka akan dibebaskan dari siksaan ini.”
  • Rasulullah saw berkata: “Apabila seseorang tidak tidur pada malam hari pertama di bulan Rajab dan melakukan shalat, bersujud, maka sewaktu hati-hati lain mati, hatinya tidak akan mati. Allah SWT akan membenamkan hamba tersebut dalam cinta kasih-Nya dan menyucikannya sesuci-sucinya seperti bayi baru dilahirkan. Lewat berkah malam Rajab, Allah memberikan syafaat kepada tujuh puluh orang yang tadinya akan masuk neraka.”
  • Rasulullah saw bersabda: “Umatku, hendaknya kalian teliti dalam memperoleh keutamaan bulan Rajab. Bulan Rajab sesungguhnya bulannya Tuhan. Apabila seseorang mengharapkan pahala dari Allah, berpuasa sepanjang satu hari dalam bulan tersebut, surga akan menjadi kepunyaannya. Apabila dia berpuasa sepanjang dua hari dia akan memperoleh suatu posisi dalam pandangan Allah; yang tidak seorang pun di langit atau di bumi ini mampu melukiskannya. Apabila dia berpuasa sepanjang tiga hari ini dia terjaga dari kesengsaraan dunia dan siksa akhirat, terhindar dari kegilaan dan lepra. Siapa pun yang berpuasa sepanjang tujuh hari di bulan Rajab, tujuh pintu gerbang neraka akan ditutup. Apabila dia berpuasa sepanjang delapan hari, ia akan memperoleh ridha Allah, delapan pintu gerbang surga akan dibukakan untuknya. Apabila dia berpuasa sepanjang sepuluh hari, Allah akan mencukupi segala sesuatu yang dia butuhkan. Apabila dia berpuasa sepanjang lima belas hari, dosa-dosanya yang terdahulu diampuni, tetapi juga diubah menjadi amal salih. Apabila dia berpuasa sepanjang lebih dari lima belas hari, Allah akan melipatgandakan pahalanya.
  • Nabi Muhammad saw. pada malam hari mi’raj, beliau memandang suatu aliran sungai di surga yang airnya lebih manis dari madu, lebih dingin dari salju, dan aromanya lebih harum dari kesturi. Nabi mengajukan pertanyaan kepada Jibril as: “Siapakah yang minum dari aliran air ini?” Jibril menjawab: “Nama dan panggilan air ini adalah Rajab. Apabila salah seorang umat engkau berpuasa pada bulan Rajab dan melantunkan shalawat kepadamu, Allah akan memberikan pahala.”

Rabbi,
Sungguh terasa menyejukkan kalimat-kalimat indah di atas ini… kiranya Engkau melimpahkan hamba sebuah kekuatan untuk dapat memaknai sebenar-benarnya makna…

PS: (hatur nuhun atas postingan kang apuy, punten saya kutip buat blog ini)

Advertisements

July 18, 2008

HUBUNGAN ANTARA TAKDIR DAN MUSIBAH

Posted in Telaah ayat dan hadis mulia at 6:42 am by kuswandani

Ditegaskan didalam ash-shahih dari Umm Habiibah bahwa Rasulullah Saw. mendengarnya sedang berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, senangkanlah aku dengan suamiku, Rasulullah; dengan saudaraku, Mu’awiyah; dan dengan bapakku, Abu Sofyan.” Maka Rasulullah Saw. berkata kepadanya, “Engkau memohon kepada Allah tentang rezeki yang telah dibagi dan ajal yang telah ditetapkan. Tidak akan disegerakan sedikitpun darinya sebelum waktunya dan tidak pula diakhirkan sedikitpun darinya sesudah tiba waktunya. Kalau engkau memohon kepada Allah agar Dia menyelamatkanmu daari siksaan di dalam kubur dan siksaan di dalam neraka, maka Allah adalah pemberi pertolongan.”

Shadr ad-Diin al-Qunawi di dalam bukunya, Pancaran Spiritual, telaah 40 hadis sufistik, menjelaskan bahwa hadis di atas adalah hadis yang cukup sulit untuk kita pahami, sebagaimana dijelaskan pula dalam hadis yang lain, ketika Rasulullah Saw. bersabda, “Setiap sesuatu memiliki qadha dan qadar hingga orang lemah dan orang cerdas.” Tidak ada seorang pun di antara para ulama yang berbeda pendapat dalam hal bahwa ketentuan qadha dan qadar adalah mencakup setiap sesuatu dan meliputi seluruh maujud (segala yang ada) dan aspek-aspeknya berupa sifat, perbuatan, keadaan dan sebagainya. Jadi, apa perbedaan sesuatu yang dilarang Nabi Saw. untuk didoakan dan anjuran untuk mencari keselamatan dari siksaan neraka dan siksaan kubur?
Read the rest of this entry »