August 7, 2008

Hadiah Bagi Tebakan Jitu…

Posted in sisi lain hidup: tersenyumlah!! at 3:04 pm by kuswandani

Baginda Raja Harun Al Rasyid kelihatan murung. Semua menterinya tidak adayang sanggup menemukan jawaban dari dua pertanyaan Baginda. Bahkan para penasihat kerajaan pun merasa tidak mampu memberi penjelasan yang memuaskan Baginda. Padahal Baginda sendiri ingin mengetahui jawaban yang sebenarnya.

Mungkin karena amat penasaran, para penasihat Baginda menyarankan agar Abu Nawas saja yang memecahkan dua teka-teki yang membingungkan itu.

Tidak begitu lama Abu Nawas dihadapkan. Baginda mengatakan bahwa akhirakhir ini ia sulit tidur karena diganggu oleh keingintahuan menyingkap dua rahasia alam.

“Tuanku yang mulia, sebenarnya rahasia alam yang manakah yang Paduka maksudkan?” tanya Abu Nawas ingin tahu.

“Aku memanggilmu untuk menemukan jawaban dari dua teka-teki yang selama ini menggoda pikiranku.” kata Baginda.

“Bolehkah hamba mengetahui kedua teka-teki itu wahai Paduka junjungan  hamba.”

“Yang pertama, di manakah sebenarnya batas jagat raya ciptaan Tuhan kita?” tanya Baginda.

“Di dalam pikiran, wahai Paduka yang mulia.” jawab Abu Nawas tanpa sedikit  pun perasaan ragu, “Tuanku yang mulia,” lanjut Abu Nawas ‘ketidakterbatasan itu ada karena adanya keterbatasan. Dan keterbatasan itu ditanamkan oleh Tuhan di dalam otak manusia. Dari itu manusia tidak akan pernah tahu di mana batas jagat raya ini. Sesuatu yang terbatas tentu tak akan mampu mengukur sesuatu yang tidak terbatas.”

Baginda mulai tersenyum karena merasa puas mendengar penjelasan Abu  Nawas yang masuk akal. Kemudian Baginda melanjutkan teka-teki yang kedua.

“Wahai Abu Nawas, manakah yang lebih banyak jumlahnya : bintang-bintang di langit ataukah ikan-ikan di laut?”

“Ikan-ikan di laut.” jawab Abu Nawas dengan tangkas.

“Bagaimana kau bisa langsung memutuskan begitu. Apakah engkau pernah menghitung jumlah mereka?” tanya Baginda heran.

“Paduka yang mulia, bukankah kita semua tahu bahwa ikan-ikan itu setiap hari ditangkapi dalam jumlah besar, namun begitu jumlah mereka tetap banyak seolah-olah tidak pernah berkurang karena saking banyaknya. Sementara bintang-bintang itu tidak pernah rontok, jumlah mereka juga banyak.” jawab Abu Nawas meyakinkan.

Seketika itu rasa penasaran yang selama ini menghantui Baginda sirna tak berbekas. Baginda Raja Harun Al Rasyid memberi hadiah Abu Nawas dan  istrinya uang yang cukup banyak.

July 29, 2008

Yang Tahu Memberitahu Yang Tidak Tahu…

Posted in sisi lain hidup: tersenyumlah!! at 11:10 am by kuswandani

Suatu hari, Nashruddin Effendy berdiri di mimbar; di depan massa, untuk memberikan nasihat. Dia berkata, “Tahukah kalian, apa yang akan saya katakan kepada kalian?” Orang-orang itu menjawab, “Tidak! Kami tidak tahu.”

Kemudian Nashruddin berkata kepada mereka,
“Baiklah, kalau kalian tidak tahu… Tidak ada gunanya berbicara dengan orang-orang yang tidak tahu.” Dia pun turun dan meninggalkan mereka.

Beberapa hari kemudian, dia kembali dan berbicara pada mereka dengan pertanyaan sama, yang pernah dilontarkannya. Dia berkata, “Tahukah kalian, apa yang akan saya katakan kepada kalian?” Mereka menjawab, “Ya, kami tahu.” Dia kemudian berkata, “Jika kalian sudah tahu apa yang akan saya sampaikan, saya tidak perlu lagi mengatakannya.” Lalu, dia pun pergi meninggalkan mereka.

Orang-orang itu pun kebingungan; apa yang seharusnya mereka katakan untuk menjawab pertanyaan Nashruddin itu. Namun, mereka sepakat untuk pada kesempatan mendatang, jika Nashruddin melontarkan pertanyaaan serupa, sebagian di antara mereka akan menjawab ya dan sebagian lain akan menjawab tidak.

Beberapa hari kemudian, Nashruddin kembali ke tempat itu dan berkata, “Tahukah kalian, apa yang akan saya katakan pada kalian?”

Jawaban mereka pun beragam; sebagian berkata, “Ya, kami tahu,” dan sebagian lagi mengatakan, “Tidak, kami tidak tahu.” Nashruddin berkata kepada mereka, “Baik, sebagian di antara kalian sudah mengetahuinya dan sebagian lain tidak. Karena itu, saya berharap, yang tahu memberitahu yang tidak tahu.” Lalu dia pun pergi meninggalkan mereka.

ps: dikutip dari eBook oleh : Nurul Huda Kariem MR. dengan judul : CANDA ALA SUFI Penerbit Cahaya-Bogor, 2004

Filosofi Abu Nawas!

Posted in sisi lain hidup: tersenyumlah!! at 10:05 am by kuswandani

Siapakah Abu Nawas? Tokoh yang dinggap badut namun juga dianggap ulama besar ini— sufi, tokoh super lucu yang tiada bandingnya ini aslinya orang Persia yang dilahirkan pada tahun 750 M di Ahwaz meninggal pada tahun 819 M di Baghdad. Setelah dewasa ia mengembara ke Bashra dan Kufa. Di sana ia belajar bahasa Arab dan bergaul rapat sekali dengan orang-orang badui padang pasir.

Karena pergaulannya itu ia mahir bahasa Arab dan adat istiadat dan kegemaran orang Arab”, la juga pandai bersyair, berpantun dan menyanyi. la sempat pulang ke negerinya, namun pergi lagi ke Baghdad bersama ayahnya, keduanya menghambakan diri kepada Sultan Harun Al Rasyid Raja Baghdad.

Mari kita mulai kisah penggeli hati ini. Bapaknya Abu Nawas adalah Penghulu Kerajaan Baghdad bernama Maulana. Pada suatu hari bapaknya Abu Nawas yang sudah tua itu sakit parah dan akhirnya meninggal dunia.

Abu Nawas dipanggil ke istana. la diperintah Sultan (Raja) untuk mengubur jenazah bapaknya itu sebagaimana adat Syeikh Maulana.

Apa yang dilakukan Abu Nawas hampir tiada bedanya dengan Kadi Maulana baik mengenai tatacara
memandikan jenazah hingga mengkafani, menyalati dan mendo’akannya, maka Sultan bermaksud mengangkat Abu Nawas menjadi Kadi atau penghulu menggantikan kedudukan bapaknya.

Namun… demi mendengar rencana sang Sultan. Tiba-tiba saja Abu Nawas yang cerdas itu tiba-tiba nampak berubah menjadi gila.
Read the rest of this entry »

July 18, 2008

Pandangan Jenaka Yang Membedakan Antara Perempuan dan Lelaki:

Posted in sisi lain hidup: tersenyumlah!! at 6:02 am by kuswandani

mohon baca pelan-pelan tulisan di bawah ini…setiap point silakan direnungkan…setuju atau menolak..

1. Lelaki melakukan lebih banyak dari apa yang dapat dilakukan perempuan, sedang perempuan melakukan apa yang lebih banyak dari apa yang berani dilakukan lelaki.
2. Lelaki dikenal dari apa yang tidak dilakukannya, dan perempuan dikenal dari apa yang dia lakukan.
3. Dalam hubungan cinta, lelaki berbangga dengan kemenangannya meraih perempuan, sedang perempuan berhias dengan ketaklukannya di hadapan lelaki. Lelaki berbangga dengan mengatakan, “Aku telah menaklukan perempuan A, B, dan C..” dan perempuan berbangga dengan mengatakan, “Aku telah menolak lelaki A, B, dan C…”
4. Kebahagiaan di sisi lelaki adalah suksesnya dalam pekerjaan, sedang bagi perempuan adalah suksesnya bersama lelaki.
5. Dibalik setiap perempuan yang sukses terdapat cinta yang gagal, dan dibelakang setiap lelaki yang sukses terdapat perempuan yang mencintai.
6. Yang terakhir mati pada lelaki adalah hatinya dan pada perempuan adalah lidahnya. Lidah lelaki bagaikan pisau, sedang lidah perempuan seperti pedang.
7. Semua jenis pujian menggetarkan hati perempuan, tetapi tidak semua pujian menyentuh hati lelaki.
8. Perempuan membinasakan akal lelaki, sedang lelaki meremukkan hati perempuan.
9. Harapan lelaki kiranya menjadi keras bagaikan es, sedang harapan perempuan menjadi air lalu menguap seperti udara.
10. Mudah bagi lelaki menutup matanya, tetapi mustahil bagi perempuan menutup telinganya.
11. Dahulu orang berkata, “Tiga sifat lelaki yang terbaik namun itulah yang terburuk buat perempuan. Tiga sifat itu adalah berani, rendah hati dan tangan terbuka. Tiga sifat terbaik perempuan namun itulah yang terburuk buat lelaki adalah tinggi hati, sangat hati-hati dan tangan tertutup.”
12. Lelaki memahami apa yang dia dengar, sedang perempuan mendengar apa yang dia tidak pahami
13. Ketika lelaki merasa jemu, maka dia membutuhkan seseorang yang mendorongnya agar ia maju ke depan. Ketika perempuan merasa jemu, maka dia membutuhkan seseorang yang menopangnya dari belakang agar ia tidak terjatuh.
14. Lelaki sering kali tidak mengetahui kapan mengucapkan kata perpisahan bagi perempuan, sedang perempuan sering kali tidak mengetahui kapan dia harus berpisah.
15. Lelaki cepat jatuh cinta, sedang perempuan lebih cepat membenci.
16. Perempuan lebih senang menikah dengan lelaki yang kaya walau banyak bicara daripada yang pendiam tapi miskin. Sedang lelaki lebih senang menikah dengan perempuan yang pendiam walau miskin, dari pada kaya tapi banyak bicara.
17. Kalau dua orang lelaki bertengkar, maka sering kali penyebabnya adalah perempuan, sedang bila dua orang perempuan bertengkar, maka biasanya penyebabnya juga perempuan..
18. Lelaki menangis atas apa yang hilang darinya, sedang perempuan menangis atas apa yang tidak diperolehnya.
19. Lelaki letih mencari ketenangan, sedang perempuan tidak tenang kecuali dengan mencari keletihan.
20. Lelaki dicipta dari tanah dan perempuan dari tulang, karena itu perempuan lebih kuat daripada lelaki dan kekuatannya terletak pada kelemahannya…

(sumber: “Mereka Berkata” oleh Anis Mansur, dikutip dari buku Quraish Shihab berjudul Perempuan, terbitan Lentera Hati, Tangerang, 2005)

ps: namanya juga pandangan jenaka, mbo ya gak usah dipaksakan kok untuk setuju… tapi hati kecil kita juga perlu jujur…. jangan-jangan ini pernyataan benar adanya…hehe.. just kidding!