October 8, 2008

Ketika Kaget, mengapa Masya Allah?

Posted in Mengapa? at 10:03 pm by kuswandani

[Cucu] Abah, boleh nanya lagi nih sama abah, apa yang selama ini biasa diucapkan, tapi kok maknanya aneh….

[Kakek]  Silakan cucuku…

[Cucu]  Begini abah, kenapa kalau kita menemukan hal yang tak terduga, atau diluar keinginan kita, secara reflek biasanya orang berucap kalimat: “Maasyaa Allaah…?” Memang Nabi mengajarkan kalimat itu kan? tapi maksudnya untuk apa?

[Kakek] Baiklah, abah coba jelaskan, arti harfiahnya adalah “apa-apa yang Allah kehendaki….” Tentu makna luasnya tidak berhenti disana karena kalimat itu tampak belum tuntas, bukan kalimat sempurna… seolah ada tambahannya…

Yang abah mengerti, bisa saja tambahannya…..Apa-apa yang Allah kehendaki… terjadilah…

Apa-apa yang Allah kehendaki, terwujudlah… itulah kehendak Allah yang bisa jadi tidak bersambung langsung dengan kehendak manusia…

Kalimat masya Allah bisa jadi sebuah pengingat kita sebagai hamba-Nya yang sering merasa kecewa, marah dengan apa yang telah terjadi ketika kejadian itu diluar keinginan dan kehendak kita…

Kita sering marah, sering sulit menerima sebuah keadaan… yang tidak seiring dengan keinginan.. maka Allah mengingatkannya.. itulah kehendak-Nya… walaupun tampak diluar keinginan, maka yakinilah sesungguhnya kehendak Allah jauh lebih sempurna..

Rencana Allah dibalik kejadian itu pastilah sebuah rencana terbaik yang telah Allah izinkan terjadi, dan pasti memberi sebuah pelajaran dan makna dalam dibalik itu….

Kalau Allah sudah izinkan terjadi, seharusnya kita membangun bersama sebuah kesadaran dan keyakinan bahwa pasti itu terbaik yang Dia hadirkan. Jika kita sudah berhasil membangun kesadaran dan keyakinan bahwa itu adalah sesuatu yang terbaik.. maka menjadi tugas kita untuk terus menggali apa nilai kebaikan yang telah Allah hadirkan pada peristiwa diluar dugaan kita itu…

Dengan ucapan itu. Allah mengingatkan kita untuk segera melihat kepada-Nya… bukan kepada kejadian itu atau bukan kepada manusia lain yang menjadi sebab hadirnya perisitiwa itu…

Itulah makna ucapan masya Allah cucuku… semoga Allah senantiasa memberkati kita… Amin..

August 1, 2008

Mengapa 33 kali Dzikir Ketiga usai Shalat …. Allahu Akbar…?

Posted in Mengapa? at 12:44 am by kuswandani

[Cucu] Sekarang biar lengkap abah, saya mau tanya tentang dzikir setelah shalat yang ketiganya, mengapa harus bertakbir sebanyak 33 kali?

[Kakek] Saya coba jawab lagi sesuai dengan pemahaman abah hari ini yah…. Semoga Allah terus menuntun abah, jika pemahaman ini benar adanya menurut-Nya, tentu Dia akan menguatkan makna ini, tapi sebaliknya jika ini hanya permainan akal manusia lemah kayak abah sekarang, semoga Allah juga akan menunjukkan yang lebih baik dari sekarang….

Takbir Allahu Akbar, adalah ungkapan akan kecilnya diri ini, dan Maha Besarnya Dia Yang Agung…

Allahu Akbar, Allah Yang Besar, diri yang kecil,
Allah yang Besar, masalah diri yang jauh lebih kecil, sehingga keputus-asaan kita dalam menghadapi masalah yang tampak kita tidak mampu mengatasinya, dengan menganggap-Nya besar, maka si hamba yang kelak akan mendapatkan kekuatan-Nya dalam menghadapinya..

Allah yang Besar, ujian hidup diri yang mestinya lebih kecil, seberat apa pun pandangan lemah kita dalam menghadapi ujian, serumit apa pun tampaknya di mata manusia, sehebat apa pun dirasakannya oleh kita, semoga dengan takbir ini, akan terbangun sebuah pengharapan besar, Dia Ta’ala yang kelak akan memberikan kita kemampuan melihat hakekat sebenarnya dibalik ujian-Nya,
Read the rest of this entry »

July 29, 2008

Mengapa Alhamdulillah menjadi kalimat dzikir 33 yang kedua?

Posted in Mengapa? at 9:09 am by kuswandani

[cucu] : Abah, terusin dong, kalau yang bacaan alhamdulillah itu…gimana maksudnya…dan kenapa diletakkan di urutan kedua…hayoo! maaf sekali abah, cucu-mu gak bermaksud menguji… punten..!

[kakek] : Ah, gapapa cu! emang udah kewajiban kamu bertanya, dan kewajiban abah mencoba menjawab… karena itulah maka jadilah sebuah tanya jawab….hehe…

begini,

kalimat kedua yang Nabi ajarkan adalah melafalkan dzikir alhamdulillah sebanyak 33 kali juga.. biasa disebut dengan istilah kalimat tahmid… sudah abah jelaskan sebelumnya kan, makna alhamdulillah berkaitan dengan tuntunan kanjeng Nabi sebagai ucapan kita setiap selesai mengerjakan sebuah pekerjaan apapun…

kalimat tahmid, seperti yang abah jelaskan sebelumnya adalah kalimat kebersyukuran…bertahmid adalah memuji dalam bentuk mensyukuri…. sebaik-baik pujian kepada ALlah adalah dengan memuji-Nya, tapi bukan sekedar pujian lisan belaka, Engkau Maha Hebat ya ALlah, Engkau Maha Indah ya ALlah… tapi pujian yang paling Allah sukai adalah dalam bentuk keberhasilan kita memanfaatkan apa pun karunia yang telah Dia berikan….
Read the rest of this entry »

July 28, 2008

Mengapa Dzikir Pertama 33 Kita Subhanallah?

Posted in Mengapa? at 3:52 pm by kuswandani

[Cucu] : Abah, abah….. punten, mau tanya lagi…. Habis dari dulu kepikiran, dan belum ketemu jawabannya… Mengapa habis shalat, kita diajari mengucapkan dzikir kata-kata subhanallah sebanyak 33 kali?

[Kakek] : Begini cucuku, ini-mah apa yang abah pahami hari ini, kalimat subhanallah umumnya diterjemahkan dengan “Maha Suci Allah“… tapi ketika abah coba liat di kamus arab, akar kata subhaana itu diambil dari kata sa-bi-ha yang artinya berenang. lah, jadi kalau kalimat subhanallah jadinya buat abah lebih terasa mendalam maknanya ketika abah coba maknai dengan “berenang mengikuti kehendak Allah…” menghanyutkan diri dalam garis kehendak dan izin Allah, mengikutkan diri dalam aliran sungai kehidupan yang telah Allah gulirkan hari, walaupun tampak di mata kita itu semua menyakitkan, membuatnya menderita, membuat sengsara dan tidak sesuai harapan….

Nah, sering kali, kita-teh, si manusia yang sering gagal dalam memahami diri dan memahami betapa lemah diri ini, selalu merasa bahwa semua urusan dunia itu bisa dia atasi sendiri dengan kebanggaan akan cerdasnya akalnya, sering pula merasa bahwa semua masalah di hadapannya adalah ringan untuk di atasi bahkan akhirnya saking bangganya, saking percaya dirinya seringkali mencoba menentang setiap peristiwa yang hadir yang tidak sesuai dengan harapannya, sering mencoba mempertanyakan terus mengapa peristiwa itu begitu dan tidak begini, sering marah, kecewa dengan kegagalan demi kegagalan bahkan bisa jadi akan berujung pada sebuah pandangan bahwa Allah tidak adil, Allah menzhalimi hamba-Nya dst.dst….
Read the rest of this entry »

July 23, 2008

Mengapa hamdalah?

Posted in Mengapa? at 12:57 am by kuswandani

[Cucu]: Abah, kenapa Nabi kita mengajari umatnya agar setiap selesai melakukan sebuah pekerjaan baik dalam bentuk apapun, kita disuruh mengucapkan hamdalah (alhmadulillaahi rabbi-l-‘aalamiin) ?

[Kakek]: Yang abah mengerti hari ini mah… ucapan hamdalah itu adalah sebuah doa juga sekaligus reminder,  sebuah permohonan sekaligus pengingat kita…

pertama kita mohon kepada Allah, agar kita diberi kemampuan mensyukuri apapun pekerjaan yang telah kita selesaikan, apapun hasilnya, untung atau rugi, memuaskan ataupun mengecewakan, membahagiakan ataupun menyengsarakan, membuat semakin senang atau semakin sedih, selamat ataupun celaka… apapun incu-ku… karena hakikat hamdalah adalah kebersyukuran, dan makna kebersyukuran tidak sekedar ucapan terimakasih, tapi lebih luhur jika dimaknai sebuah kemampuan memanfaatkan apapun yang sudah Allah hadirkan…

sebagai doa, agar kita bisa memohon kepada Allah diberi kemampuan memanfaatkan atas hasil apapun yang telah kita dapatkan…

sebagai reminder atau pengingat… kita diingatkan terus dengan ucapan itu  agar kita dapat menerima, dan meyakini bahwa kalau Allah sudah hadirkan akhir sebuah pekerjaan itu, apapun bentuknya, tentu itu yang terbaik di mata ALlah, walaupun tampak di mata kita sebaliknya… yang bersyukur adalah mereka yang senantiasa berhasil melihat sisi baik setiap kejadian, selalu berhasil berprasangka baik dengan seluruh skenario ALlah, seluruh kejadian demi kejadian…

makanya, ada sebuah ungkapan menakjubkan dari seorang guru yang tulus…

“doa yang paling agung adalah ucapan alhamdulilaahi rabbi-l-‘aalamiin”

artinya ketika kita berdoa memohon kepada ALlah agar diberi kemampuan mengucapkan hamdalah demi hamdalah dalam setiap kejadian, tanda kita sudah tergolong sebagai hamba yang bersyukur…

jika kita berhasil menjadi seperti itu….maka tunggulah karunia ALlah berikutnya akan Dia langsung bayarkan, sesuai dengan jaminan-Nya di ayat-Nya, “Siapa bersyukur, niscaya Aku tambahkan nikmat-Ku kepadanya……”

[Cucu] : alhamdulilaah, alhamdulillah, alhamdulillah, puji syukur Ya Allah, terimakasih abah… ini makanan buat jiwa saya yang sangat berharga sekali….

July 20, 2008

Mengapa Basmallah?

Posted in Mengapa? at 7:26 am by kuswandani

Cucu :  Abah, kenapa sih, kalau mau melakukan apa pun pekerjaan sehari-hari, Nabi menuntun kita untuk membaca basmallah? bismillahirrahmanirrahim?

Kakek: hm, yang abah paham hari ini, basmalah itu adalah doa… memohon agar setiap pekerjaan yang akan kita lakukan, semoga selalu dilandasi sifat-Nya ar-Rahmaan, ar-Rahiim…

cucu:  kenapa harus dua sifat itu abah?

Kakek: karena dua sifat itu yang paling dominan ada dalam diri-Nya, paling Dia agungkan pula, dan tentunya kalau sang hamba dianugerahi-Nya dua sifat itu….wah…dia layak jadi hamba paling utama dihadapan-Nya..

cucu: emang bedanya apa sih? Pengasih dan penyayang? ada bedanya gituh?

Kakek: itulah susahnya cucuku, kalau kita menerjemahkan sesuai bahasa indonesia kita yang agak kesulitan merinci dan membedakannya… tampak seperti sama karena di ambil dari akar kata bahasa arab yang sama…
Read the rest of this entry »