Its Me!

dilahirkan di sebuah daerah padat di tengah gang yang lumayan tertata rapi, dengan angka-angka 69-21-10, sebuah daerah bandung utara nan sejuk, haurmekar, yang memiliki makna pucuk pohon bambu yang sedang mekar-mekarnya… kelahiran ke enam dari sang ibu dari delapan total kelahirannya…
memulai mengenali tulisan dan hitungan di sebuah sekolah TK dengan jarak sekira 200 meter, sekolah SD dengan jarak sekira 1 km, semua ditempuh dengan langkah kaki menyusuri gang demi gang… eh, indah juga tuh perjalanan pagi dan pulang siang, atau siang dan pulang sore…

sisa hidup saya tersusun acak dalam kata demi kata kunci berikut ini…

dunia.teater – malam.demi.malam.ketakutan – khalid! kelak – serang.banten – al.azhar.university.cairo – dokter.umum – sman1bandung – karisma.salman – STIK – pramuka – belajar.merenung – si catus – kimiaITB’87 – ipam.inten – aifa!! – UIN.bandung.jakarta – Yayasan.Islam.Paramartha -musik.adalah.kehidupan – kuliah.terputus – penjaga.pintu.di.mesir – arsitektur.ITB – muballigh -CINTA!!

ah,
masa lalu adalah sebuah pecahan puzzle, yang menjadi kewajiban di diri kuswandani ini untuk dapat menyusun kembali, merangkaikan kembali hingga akhirnya akan tampaklah jati diri siapa saya!
jadi,
semoga tulisan demi tulisan ini layaknya sebuah benang kehidupan, mencoba menjahit satu kepingan puzzle dengan kepingan lain, menjahit satu potongan kain kehidupan dengan kain yang lain… hingga semoga pula… Allah memperkenankan seorang kuswandani yang ad-daniii (belajar merasa hina di hadapan-Nya)… menemukan kembali sebuah lembaran kain diri yang bergambar utuh… yang jelang 40 tahun hidup berjalan ternyata sudah tercabik-cabik gak karuan…

jadi,
saya menulis, dan menulis, dan merangkai kata, merangkai makna, belajar merenungi hidup, belajar apa pun yang mampu membuat sang jiwa kembali di-sehatkan oleh makanannya yang tepat, cukup gizinya…

tujuannya,
tidak lain, hingga puzzle kebali terrangkaikan rapih, pecahan kain tersusun kembali… dan byar…!
tampak jati diri sesungguhnya akan terbaca!
ah,
itumah cuma harapan saja… semoga.!

8 Comments »

  1. wiwin.wr said,

    Salaam.
    AKhirnya nemu juga ya.
    Kalau perjalanan hidupnya kata kuncinya yang mana ?
    Mdh2an tulisan2nya jadi amal sholeh. Amin.
    Wassalaam.

  2. kuswandani said,

    hehe, perjalanan hidup saya disusun oleh kata-kata kunci di atas… semakin mengenal saya, maka kemampuan menyusun kata demi kata nya akan jauh lebih optimal hingga tersusunlah kalimat panjang sebagai alur kehidupan seorang kuswandani…
    silakan menebak, sambil mengukur tingkat kedekatan dengan saya…hehe…
    kalau nyerah mangga kapan2 kita bahas riwayat hidup ini…

  3. taufikr said,

    tuker blognya ya kang..๐Ÿ™‚
    bagaimana menyusun kata kunci kehidupan diatas?
    nuhun menu2 tuangeunana..๐Ÿ™‚

  4. kuswandani said,

    menyusun menu2 di atas dengan ketemu saya langsung di darat, atau tunggu tanggal mainnya saya uraikan…
    sementara ini masih berupa sayembara… sampai saya tuliskan bocoran jawabannya..
    barangsiapa yang berhasil menyusun kata-kata kunci jalan hidup saya menjadi sebuah rangkaian kalimat yang tepat …hehe..
    berhadiah………. sebuah benda tak ternilai yang di mata saya adalah harta dunia dan akherat… (tebak juga!)

  5. siskawidyawati said,

    hum.. hum.. menarik… teater itu beneran dulunya ikut teater, atau ber”teater” di panggung sandiwara yang Maha Besar ini… he he he..

  6. kuswandani said,

    semoga dunia teater di salman (studi teater islam karisma) memberi kenangan berharga untuk bisa memahami teater besar tak terinderai kita, di dunia ini….

    belajar mengenal, mana pemeran sungguhan dirinya, dan mana peran sesaatnya, mana topeng aslinya dan mana tiruannya…

    wah… ini yang susah, mba siska… buktinya saya masih pontang panting kok untuk bisa mengenal mana topeng saya dan mana wajah asli sayah…

    hehe…selamat datang di dunia teater alam mayapada….

  7. siskawidyawati said,

    kang dani,
    saya juga begitu.. bukankah kita sekarang sedang dalam proses mengelupas topeng-topeng.. tepatnya kita “menyerahkan diri” untuk dikelupas.. … insya allah ya kang suatu saat kita bisa bersama dengan kesejatian kita..aamiin..
    Ttg teater di dunia “kecil” berarti samaaaa.. dong..
    saya dulu pas sma berteater, suami juga gitu waktu pas kuliah.. apa teater itu cocok buat orang-orang yang gelisah ya…? he he he..

  8. kuswandani said,

    hehe, itumah cetakan dari dalem, sebagian orang dibuat suka teater, sebagian lain gak suka… dan tidak ada hubungan dengan kegelisahan diri….
    masing2 unik dan berbeda-beda medan hidupnya….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: