August 15, 2008

Indahnya Pengetahuan Kebenaran!!

Posted in Berguru ke Mereka Yuk? at 12:39 am by kuswandani

Berkata Imam Asy Syafi’I ra. :

Barangsiapa tiada menjaga dirinya maka tak bergunalah ilmunya.

    Barangsiapa ta’at kepada Allah Ta’ala dengan ilmu, maka bermanfaatlah bathinnya.

      Tidak seorangpun melainkan ia ada orang yang menyukainya dan ada orang yang membencinya. Apabila    demikian adanya, maka hendaklah engkau bersama orang yang ta’at kepada Allah ‘Azza Wa Jalla.

        • Diriwayatkan Bahwasanya Abdul Qadir bin Abdul ‘Aziz adalah seorang yang saleh dan wara’. Ia bertanya kepada Imam Asy Syafi’I ra. tentang beberapa masalah tentang wara’. Dan Imam Asy Syafi’I pun merasa senang dengan menerima kedatangannya karena wara’-nya. Dan pada suatu hari ia bertanya kepada Imam Asy Syafi’I:

        “Manakah yang lebih utama apakah sabar, ataukah diuji atau ataukah diberi keteguhan hati?…”

        Maka menjawab Imam Asy Syafi’I ra. :

        • “Diberi keteguhan hati itu derajat para Nabi, dan tak ada keteguhan hati selain sesudah adanya ujian. Apabila ia diuji maka ia bersabar, dan apabila telah bersabar maka teguhlah hatinya. Tidakkah kamu mengetahui bahwasanya Allah Ta’ala menguji Ibrahim as kemudian beliau dianugerahinya keteguhan hati. Dia menguji Musa as kemudian Dia memberikannya keteguhan hati. Dia menguji Ayyub as kemudian Dia memberikannya keteguhan hati, dan Dia menguji Sulaiman as kemudian Dia memberikannya keteguhan hati dan menganugerahinya kerajaan.

        • Keteguhan hati adalah derajat yang paling utama. Allah ‘Azza wa jalla berfirman:

        “  Dan demikian pulalah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf dimuka bumi (Mesir).”

        (Qs. Yusuf 21)

        • Dan Ayyub as diteguhkan hati oleh Alah setelah ujian besar. Allah Ta’ala berfirman:

        “ Dan Kami kembalikan keluarganya ke-padanya dan Kami lipatgandakan bilangan mereka.

        (Qs. Al  Anbiya 84)”

        • Ditanyakan kepada Imam Asy Syafi’I ra.:

        “Kapankah seseorang itu dipandang sebagai seorang yang ‘alim?….”

        • Beliau pun menjawab: ”Apabila ia yakin pada suatu ilmu, lalu dipelajarinya ilmu itu. Kemudian ia menempuh ilmu-ilmu yang lain, maka dilihatnya mana yang belum diperolehnya. Maka ketika itu, barulah ia menjadi orang yang ‘alim.”

        • Aku ingin manusia mengambil manfaat dari ilmu yang ini dan dari ilmu-ilmu lain yang ada padaku, meskipun sedikit.
        • Aku tidak pernah diskusi dengan seseorang lalu saya suka ia salah.

        • Aku tidak pernah berbicara kepada seseorang melainkan aku suka ia mendapat taufiq, kebenaran, pertolongan dan pemeliharaan dari Allah Ta’ala. Dan saya tidak pernah berbicara dengan seseorang sedangkan saya mengindahkan agar Allah menjelaskan kebenaran itu pada lidahku atau lidahnya.

        • Saya tidak menyampaikan kebenaran dan bukti kebenaran itu atas seseorang, lalu ia menerimanya daripadaku, melainkan saya takut kepadanya dan saya percaya akan kasih sayangnya. Sebaliknya, kalaulah orang itu menyombongkan diri kepadaku terhadap kebenaran dan ia menolak hujjah (bukti kebenaran), maka jatuhlah orang itu dari pandanganku dan aku menolak berhadapan dengan dia.”

        Leave a Reply

        Fill in your details below or click an icon to log in:

        WordPress.com Logo

        You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

        Twitter picture

        You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

        Facebook photo

        You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

        Google+ photo

        You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

        Connecting to %s

        %d bloggers like this: