August 1, 2008

Mengapa 33 kali Dzikir Ketiga usai Shalat …. Allahu Akbar…?

Posted in Mengapa? at 12:44 am by kuswandani

[Cucu] Sekarang biar lengkap abah, saya mau tanya tentang dzikir setelah shalat yang ketiganya, mengapa harus bertakbir sebanyak 33 kali?

[Kakek] Saya coba jawab lagi sesuai dengan pemahaman abah hari ini yah…. Semoga Allah terus menuntun abah, jika pemahaman ini benar adanya menurut-Nya, tentu Dia akan menguatkan makna ini, tapi sebaliknya jika ini hanya permainan akal manusia lemah kayak abah sekarang, semoga Allah juga akan menunjukkan yang lebih baik dari sekarang….

Takbir Allahu Akbar, adalah ungkapan akan kecilnya diri ini, dan Maha Besarnya Dia Yang Agung…

Allahu Akbar, Allah Yang Besar, diri yang kecil,
Allah yang Besar, masalah diri yang jauh lebih kecil, sehingga keputus-asaan kita dalam menghadapi masalah yang tampak kita tidak mampu mengatasinya, dengan menganggap-Nya besar, maka si hamba yang kelak akan mendapatkan kekuatan-Nya dalam menghadapinya..

Allah yang Besar, ujian hidup diri yang mestinya lebih kecil, seberat apa pun pandangan lemah kita dalam menghadapi ujian, serumit apa pun tampaknya di mata manusia, sehebat apa pun dirasakannya oleh kita, semoga dengan takbir ini, akan terbangun sebuah pengharapan besar, Dia Ta’ala yang kelak akan memberikan kita kemampuan melihat hakekat sebenarnya dibalik ujian-Nya,

dengan bertakbir, kita sedang menyerahkan segala keterbatasan kita kepada-Nya, dan membiarkan Dia kelak yang akan memberikan secuil kesempurnaan-Nya…

dengan bertakbir, ego diri, kesombongan diri, kebanggaan diri, rasa takjub diri… semoga tergugurkan, semoga tertanggalkan, semoga terkikis habis, bis….

dengan takbir yang sama pun, semoga kelak Allah yang akan memberikan secuil kekuatan-Nya, tapi tampak sangat berarti buat kita, sepersejuta kebesaran-Nya, tapi itu sangat menggetarkan kita,

membangun rasa diri yang hina, semoga Dia yang akan memuliakannya,
membangun rasa diri yang tak berdaya, semoga Dia yang akan mengangkat kita..
membangun rasa diri yang penuh alpa, semoga Dia yang akan terus menuntun jalan-Nya…
membangun rasa diri yang jatuh lagi dan jatuh lagi dan jatuh lagi…. semoga Dia yang kelak akan terus mengampuni, dan mengampuni dan terus mengampuni kita…

itu makna luhur takbir kita nak…
bukan malah dengan takbir yang sama, kita serasa sebuah pasukan penghancur… na’udzubillah!!
bukan malah dengan takbir yang sama, kita menjadi manusia yang mudah menghakimi sini dan sana… na’udzubillah,

bukan malah dengan takbir yang sama, kesombongan demi kesombongan kita yang paling benar makin terkuak lebar…. wah na’udzubillah!

bukan malah dengan takbir yang sama, lahirlah kebanggan diri yang baru, lahirlah rasa benar diri yang membuat di luar diri salah semua, lahirlah ketakjuban diri paling suci, paling beragama, paling shalih, paling kuat, paling taat, paling ahli surga, paling tak berdosa…. na’udzubillah… na’udzubillah…

itu takbir yang abah pahami cucuku….
dan yakinilah, kita akan bisa bertakbir dengan benar…. setelah kita berhasil bertasbih, mengikuti aliran kehendak-Nya dengan benar, menjalani semua sungai kehidupan dengan benar…. lalu kita juga bisa mensyukuri dan ridla dengan apapun yang telah Allah hadirkan hari ini…..bisa bertahmid dengan benar….

dan….
ketika kita lupa bertasbih, lupa bertahmid, juga lupa bertakbir dengan benar….
maka Allah terus dan terus dan terus mengingatkan kita di dalam setiap dzikir harian kita,
di dalam setiap 33 kali lafadz yang kita bisikkan……dengan rintihan kecil kita…
subhaanallah……
alhamdulillaah…
allahu akbar……

duh, ya Allah.
rindu nian, hamba bisa berdzikir dengan benar….. Allah….Allah… Allah....

7 Comments »

  1. arai said,

    bagus nih isinya, cuma cerita-ceritanya kok ga selesai ya…di up-date terus ya pak isinya..maju terusss!!!

  2. kuswandani said,

    untuk cerita emang akan terus bersambung… jadi kisah2 serial… insya Allah akan saya coba konsisten postingnya…
    hehe….
    maklum pendatang baru, pemain baru, mumpung lagi gandrung sekarang…
    tar penyakit males keburu datang lagi..

    terima kasih mau sowan dan icip-icip di warung prasmanan blog sederhana ini…
    silakan kunjungi terus… dan jangan ragu untuk beri masukan apapun…

    semoga kita senantiasa dipersaudarakan dalam kebenaran, dalam pengabdian dan dalam pencarian yang sama terhadap-Nya..

    amin…

  3. Erni said,

    Assalamu’alaikum Kang –

    Subhanallah, blognya mencerahkan – semoga terus di up date ya kang – –

  4. kuswandani said,

    @ erni,
    semoga memberi manfaat buat lahir kita dan batin kita semua mba erni,
    Doakan saya juga biar terus diberi kelapangan untuk bisa saling berbagi, saling mengalirkan pengetahuan yang hakekatnya semua bersumber dari Sang Maha Ilmu semata kok…

    Semoga pula Dia Yang Maha Mengayomi, senantiasa menuntun dan melindungi kita seluruhnya dari ilmu yang tidak bermanfaat, dan ilmu yang tidak dibuat manfaat oleh-Nya…

    amin, yaa mujiiba-s-saa iliin..

  5. m. wawan nirwana said,

    Jadi, kenapa jumlah wirid nya 33 kali, tidak 55 kali atau 77 kalinya, saya belum melihat jawaban tentang hal itu, mohon penjelasannya, nuhun

  6. kuswandani said,

    jumlah 33 yang saya pahami adalah sebagai sebuah angka yang merupakan 1/3 asma Allah dari total dzikir 99 asma… dan angka 99 adalah angka yang menggambarkan tentang kesempurnaan Ilahi plus 1 asma terakhir yaitu laa ilaaha illallah…, sebagai pelengkap dzikir jadi berjumlah 100, angka kesempurnaan, angka nilai terbaik, angka Dia Ta’ala yang Maha sempurna, Maha lengkap, Maha Baik, Maha hebat…

    artinya apa yang saya pahami, dzikir ba’da shalat adalah dzikir kita memohon disempurnakan ALlah, dengan menyematkan asma-Nya, dengan segala kesempurnaan-Nya… dzikir kita adalah kehidupan kita, kehidupan kita akan menjadi sempurna jika landasannya adalah, sebuah keberserahan diri kepada Allah, mengalir mengikuti kehendak-Nya, tidak kecewa dengan keputusan-Nya…. itu makna inti subhanallah.

    dzikir kedua, alhamdulillah, memohon juga di 1/3 kehidupan kita adalah sebuah rasa bersyukur atas semua karunia-Nya, mencoba memanfaatkan sebaik2nya apa pun yang telah Dia hadirkan yang menjadi karunia buat kita…

    sedangkan dzikir hidup kita di 1/3 terakhir adalah menempatkan diri sebagai hamba-Nya yang lemah, butuh Dia, hamba yang bodoh butuh kecerdasan-Nya, hamba yang tak berdaya, butuh kekuatan-Nya….

    kelak akan kita akhiri dengan dzikir laa ilaaha illallah… dzikir penyempurna, dzikir tauhid… semua menuju kepada Dia yang satu, menuju kepada satu tujuan… itulah pelengkap kehidupan kita…

    wallahu a’lam bish-shawab..
    diskusi silakan kita lanjutkan…. mangga…

  7. Anonymous said,

    bacaan dzikir yg bener gmana scih kox aq cri diinternet beda2x?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: