July 20, 2008

Berserah Diri Seutuhnya… kok susah?

Posted in belajar merenung at 9:16 am by kuswandani

Islam identik dengan keberserahdirian… berserah diri dibahasa arabkan menjadi aslama-yuslimu

sebagaimana kata Islam juga bermakna sebuah keselamatan… namun makna keberserahdirian bagi saya jauh lebih luhur, jauh lebih bermakna hidup…

seseorang yang berislam, adalah seseorang yang sedang berjuang membangun keberserahdiriannya…

tentu pengertian berserah diri samasekali tidak bisa disamakan dengan makna menyerah pasrah tanpa gerak, apatis, tanpa keinginan, tanpa ikhtiar…

ok. mari awali pemaknaan ini dengan melihat diri dulu…

diri yang manakah aku ini, diri sebagai jasad yang diperangkati oleh-Nya dengan akal pikiran, dengan kemampuan berjalan, melangkah, duduk, berbicara, berfikir, melihat, mendengar, merasakan…?

atau diri yang lain, sebagai jiwa, yang senantiasa merindukan-Nya, yang mencintai kebenaran, yang jujur dengan segala kehidupan, yang mengenal-Nya, yang paham betul jati dirinya, tujuan hidup kemana dan dari mana…?

sebagai diri yang jasad, tentu berserah diri cenderung dimaknai sebuah kepasrahan tanpa berfikir, tanpa bergerak, tanpa bertanya, tanpa melihat, tanpa merasakan apapun… ini yang seharusnya tidak dikehendaki..

tapi sebagai diri yang jiwa, keberserahan diri ini yang layak dibangun… menyerahkan semua urusan dunia dan akhiratnya kepada-Nya, menyerahkan segala kebergantungan kecuali kepada-Nya, menyerahkan segala kebingungan pilihan kemudian memasrahkan kepada-Nya… ini yang seharusnya…

persoalanya adalah..

bagaimana nih, agar kita bisa men-switch off  kan kekuatan diri jasad, dan menggantinya dengan kekuatan diri-jiwa yang semestinya…. ini yang susah…

seseorang akan sangat sulit sekali memaknai konsep keberserahan diri tatkala  yang dominan dalam diri kita hari ini adalah diri yang jasad… karena memang seharusnya tidak diletakkan di sana..

lalu bagaimana dong, kita bisa menemukan diri yang jiwa?

masuki medan tempur pertaubatan, kenali sebanyak mungkin kesalahan diri, kelemahan diri, kekhilafan diri, ketergelinciran diri, kekurangan diri, ketidakberdayaan diri, dosa demi dosa diri, keburukan diri dan segala potensi buruk lainnya yang saat ini berhasil melumpuhkan segala kekuatan diri yang jiwa itu…

dengan membangun rasa diri lemah, Dia yang kuat…. rasa diri yang penuh kesalahan, Dia yang memaafkan, rasa diri yang penuih kekhilafan, Dia yang mengingatkan, rasa diri yang selalu tergelincir, Dia yang kelak menuntun, rasa diri yang sadar telah senantiasa sukses membangun ribuan keburukan diri, Dia yang Menghancurkan, rasa diri yang tidak berdaya, Dia yang menguatkan…..

semoga dengan bangunan ini, medan pertaubatan terbangun secara spontan… yuk ah kita tempuh sama-sama, butuh kebersamaan, butuh persaudaraan, butuh rekan seperjalanan… akan tampak indah lah, kalau dalam rombongan penempuh ini, semua saling berbagi terus, saling mengingatkan…

maka,

rasakanlah sensasi berikutnya, ketika ALlah hunjamkan ampunan, Dia pula yang akan menggiring diri yang jiwa itu menemukan kembali rasa berserah diri yang benar… menyerahkan jiwanya untuk senantiasa bergerak, berpikir, berrencana, berpandang, sesuai dengan apa yang menjadi kehendak-Nya…

itulah makna keberserah dirian!

2 Comments »

  1. aw said,

    Tulisan Aa, sangat pas dengan yang aku alami saat ini …
    dalam perjalanan berlatih berserah diri pada Allah swt. Sangat bagus dan menuntun menemukan diri & mengarahkan kepasrahan hanya padaNYA.
    Bolehkah dijelaskan sedikit ttg teknis dan keadaannya ..

    salam AW
    gmandalan@yahoo.com

    • Larno Ndeso said,

      tunggu mas AW, aku belum jawab, saya lagi sibuk didapur bikinn indome buat putriku ..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: