July 18, 2008

# 1 (pukul 04:18 wibb)

Posted in chatting untuk memaknai hidup at 4:18 am by kuswandani

tanya: kang, apa di surga bahasanya bahasa Arab?
jawab: gak tau tuh.. gak pernah kesana..hehe
yang saya paham, setiap jiwa menggunakan bahasa yang universal…
walaupun berawal dari bahasa ibunya masing-masing
saya belum meneliti jargon atau hadis atau bukan yang menyebutkan bahasa arab adalah bahasa surga
lebih ke pemahaman simbolis, bahasa arab adalah bahasa agama yang mengenalkan pada akhir tempat surga kelak, kalau memang agama berhasil di tanamkan dalam diri…

tanya: kalau memang itu hadis, (yang menyebutkan kecintaan rasul pada arab itu ada tiga…diantaranya bahasa di surga,,kata temenku), mungkin sudah included gitu kali’ ya, bukan berarti bahasa Arab yang dipelajari di dunia. kalau anak bayi lahir di indonesia meninggal belum belajar bahasa arab, bisa plangah plongoh di surga dong

jawab : hehe, benar sekali…. sayangnya banyak ungkapan Nabi (kalau kita yakin itu sebagai hadis) yang tidak bermakna tunggal tuh…
seringkali memiliki makna ganda, makna lahir dan makna batin….
contoh…
beliau makan dengan tiga jari…
lantas yang pake sendok apakah bid’ah…
maka kita cari essensi tiga jari… adalah makan dengan penuh kesederhanaan…
walaupun tetep pake sendok tapi penuh kesederhanaan, semoga ini adalah sebuah pelaksanaan atas sunnah Rasulullah….

ah, inimah jawaban yang saya pahami ajah.. semoga manfaat..

9 Comments »

  1. niniw said,

    emang, seringkali kita (saya) terlupa untuk melihat makna lain dari suatu pernyataan. hatur nuhun …

  2. kuswandani said,

    sami-sami, ah, saya mah yakin sekali,
    jika agama dapat kita pandang aspek lahir dan batinnya, maka proses keberagamaan kita akan jauh lebih bermakna, jauh lebih hidup, jauh memiliki efek rubah diri…

    hehe, punten, pe-er kita masih banyak…
    karena misteri dibalik ritual demi ritual ibadah atau ayat atau hadis masih belum banyak kita pahami baik sisi lahirnya atau pun pemaknaan dalamnya….

    yuk ah, sama-sama menggali lagi..

  3. Rezha Rochadi said,

    Bismillah..
    Jaman baheula sekali, sekitar 10 tahun yang lalu, memaknai bathin makan dengan tiga jari itu dulu saya punya pemahaman tersendiri.
    Dulu sekali saya memahami makanan jiwa adalah ilmu. Jadi memakan ilmu itu dengan tiga cara : pertama, dengan indra lahir (empiris); kedua dengan akal lahir (nalar) yg letaknya di otak; ketiga dengan akal-dalam (lubb) yg letaknya di qalb. Monggo dikoreksi jikalau ternyata ini hanya waham pemikiran saya pribadi saja. Maklum, pahamnya sudah 10 tahun yg lalu..hehehe..Wallahu’alam

  4. kuswandani said,

    hehe, kalau sudah masuk ke dalam area penafsiran, atau pemaknaan, silakan masing2 bisa meyakini apa yang hari ini pegang, semoga itu semakin mengantarkan kita pada sebuah pemaknaan yang hakiki… kalau toh pemaknaan kita itu ternyata tidak tepat, setidaknya kita sudah masuk kepada sebuah upaya setapak demi setapak kita untuk mengenal kebenaran hakiki….
    bismillah saja,

  5. diannovi said,

    Punten mau klarifikasi saja.
    Konon bahasa yg digunakan di syurga kelak adalah bahasa Al-qur’an.

  6. kuswandani said,

    itu tadi, teh dian,
    karena saya belum menemukan sebuah teks aslinya dari Nabi yang menyatakan secara eksplisit tentang bahasa di surga adalah bahasa arab… selama ini yang saya paham hal itu diungkapkan di pesantren2 lebih kepada sebuah motivasi bagi para santrinya agar mau belajar dengan tekun bahasa Arab….

    dan bahasa jiwa kan juga dengan menggunakan bahasa ibunya… tentu masing-masing umat akan menggunakan bahasa yang paling bisa dia pahami…

    entah, saya malah menduga bahwa di alam akhirat kelak, yang ada adalah bahasa universal yang tidak terungkap dengan lisannya.. tapi saling bisa memahami dengan bahasa jiwanya masing2..

    lagi2, wallahu a’lam, semoga kelak saya dapatkan bunyi teks hadisnya dan bisa kita amati secara redaksinya maksud kangjeng nabi itu menyatakan demikian dengan maksud bagaimana…

    kiranya ALlah senantiasa menuntun kita semua hingga bisa mencapai sebuah pemahaman yang paling benar dalam tuntunan-Nya… amin.

  7. wiwin.wr said,

    Salaam. Eh si Akang. Kumaha, damang.
    Punten, ngiring ngalangkung ngiras pantes ngaos didieu.
    Wass.

  8. diannovi said,

    eh bahasa qur’an loh. bukan arab. ntar org arab doang yg masuk surga, dong.:) dan statement yg beredar di pesantren dan di kalangan org saleh ttg hal tsb, pasti bukan semata2 to encourage people to learn quran saja, toh. pasti ada referensinya.entah dari buku / literatur atau petunjuk dari orang2 shaleh yg jadi acuan. dont ignore their existence.

  9. kuswandani said,

    itu dia, walaupun di quran sendiri ditegaskan bahwa bahasa alquran adalah bahasa Arab yang Jelas….
    artinya, saya memang masih terus melacak…. teks hadisnya seperti apa, dan konteksnya bagaimana….
    insya Allah kalau sudah ketemu akan saya kabari lagi…
    insya Allah saya gak bermaksud ignoring their existence kok….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: